D'sign
Rabu, 11 Februari 2015
a Multimedia
Kelebihan multimedia adalah menarik indera dan menarik minat,
karena merupakan gabungan antara pandangan, suara dan gerakan. Lembaga
riset dan penerbitan komputer, yaitu Computer Technology Reseach (CTR) ,
menyatakan bahwa orang hanya mampu mengingat 20 % dari yang dilihat dan 0 % dari yang didengar. Tetapi orang dapat mengingat 50 % dari yang
dilihat dan didengar dan 80 % dari yang dilihat, didengar dan dilakukan
sekaligus.
Maka multimedia sangatlah efektif. Sehingga multimedia
menjadi tool yang ampuh untuk pengajaran dan pendidikan serta untuk
meraih keunggulan bersaing perusahaan.
Multimedia akan membantu
meratakan zaman informasi ke jutaan orang yang belum memakai komputer.
Dari suvei Roper yang diseponsori IBM didapati lebih dari separuh
responden tidak menginginkan komputer, yang buth manual (washington Post
27/12/73, Business: 13). Maka multimedia memberikan kunci kepada
industri komputer untuk mencapai pasar yang belum tersentuh ini, yang
akan menyebabkan ledakan penggunaan komputer. Bahkan multimedia dipakai
oleh perusahaan dunia menyediakan material pemasaran kepada dealernya
yang akan mengiklankan di surat kabar, televisi atau di internet.
Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri atau otodidak. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning.
Pada awalnya multimedia hanya mencakup media yang menjadi konsumsi
indra penglihatan (gambar diam, teks, gambar gerak video, dan gambar
gerak rekaan/animasi), dan konsumsi indra pendengaran (suara) dan juga
berupa ( berwujud). Dalam perkembangannya multimedia mencakup juga
kinetik (gerak) dan bau yang merupakan konsumsi indra penciuman.
Multimedia mulai memasukkan unsur kinetik sejak diaplikasikan pada
pertunjukan film 3 dimensi yang digabungkan dengan gerakan pada kursi
tempat duduk penonton. Kinetik dan film 3 dimensi membangkitkan sense realistis.
Bau mulai menjadi bagian dari multimedia sejak ditemukan teknologi
reproduksi bau melalui telekomunikasi. Dengan perangkat input pendeteksi
bau, seorang operator dapat mengirimkan hasil digitizing bau
tersebut melalui internet. Komputer penerima harus menyediakan perangkat
output berupa mesin reproduksi bau. Mesin reproduksi bau ini
mencampurkan berbagai jenis bahan bau yang setelah dicampur menghasilkan
output berupa bau yang mirip dengan data yang dikirim dari internet.
Dengan menganalogikan dengan printer, alat ini menjadikan
feromon-feromon bau sebagai pengganti tinta. Output bukan berupa cetakan
melainkan aroma.
Langganan:
Komentar (Atom)
